PPK Ormawa FKIK ULM 2026

Sistem Pemantauan Stroke Mandiri (Telenursing)

Kolaborasi Terbaik untuk Pemulihan Pasca-Stroke di Rumah

ANTASAN e-Stroke Care memfasilitasi monitoring kondisi kesehatan mandiri bagi penyintas stroke di Desa Antasan Senor Ilir secara terintegrasi antara Pendamping (Caregiver), Kader Kesehatan, dan Tenaga Kesehatan (Nakes) secara real-time.

Verifikasi Klinis Nakes
Dukungan Mode Offline
Tampilan Aplikasi ANTASAN e-Stroke Care
Tensi Terakhir 120/80 mmHg
Status Risiko Risiko Tinggi
Fitur Unggulan

Mengapa Memilih ANTASAN e-Stroke Care?

Dirancang khusus untuk menyesuaikan kebutuhan klinis dan kondisi lapangan masyarakat Desa Antasan Senor Ilir.

Pemantauan Grafis Tensi

Mencatat dan memvisualisasikan data tekanan darah secara dinamis. Memudahkan deteksi tren naik-turun tensi lengkap dengan klasifikasi risiko klinis (Tinggi, Sedang, Rendah).

Jadwal Obat & Rehabilitasi

Membantu Caregiver mematuhi jadwal minum obat harian dan membimbing latihan fisik rehabilitasi gerak (Range of Motion - ROM) sesuai program yang dipersonalisasi.

Feedback Klinis Terintegrasi

Memungkinkan dokter atau perawat (Tenaga Kesehatan) untuk memantau data vital pasien dari jauh dan langsung mengirimkan catatan instruksi evaluasi medis.

Dukungan Mode Offline

Memiliki fitur offline caching cerdas. Kader kesehatan di lapangan tetap dapat mencatat data pemeriksaan pasien tanpa perlu khawatir saat kehilangan sinyal internet.

Alur Kolaborasi

Tiga Peran, Satu Sistem Terintegrasi

Menghubungkan keluarga, relawan kesehatan desa, dan fasilitas kesehatan profesional untuk memastikan penyembuhan stroke yang optimal.

Perawatan di Rumah

Membimbing Pemulihan Harian Pasien

Caregiver berperan penting dalam mendampingi pasien stroke dalam aktivitas keseharian mereka di rumah. Aplikasi mempermudah caregiver mengelola pengobatan dan latihan gerak.

Pencatatan Obat Harian

Melihat daftar obat, jam minum, dosis, dan menandai jika obat sudah dikonsumsi guna menghindari kelupaan.

Panduan Gerakan ROM

Menjalankan program latihan rehabilitasi harian disertai petunjuk video gerakan yang aman.

Edukasi Stroke Mandiri

Membaca materi FAST (tanda stroke), TOGA Bawang Dayak, dan pola hidup sehat langsung di aplikasi.

Beranda Caregiver

Pendampingan Pasien (Pak Budi)

Amlodipine 5 mg 08:00 WIB — Pasca Makan
Latihan Gerak ROM Durasi: 10 Menit
Pemantauan Lapangan

Melakukan Skrining & Monitoring Berkala

Kader kesehatan menjembatani puskesmas/klinik dengan warga Desa Antasan Senor Ilir melalui pemeriksaan rutin di rumah-rumah pasien.

Pendaftaran Pasien Baru

Mendaftarkan riwayat penyakit penyerta secara dinamis (Hipertensi, Diabetes Mellitus, dll) dan jenis stroke.

Input Parameter Vital

Menginput tekanan darah, gula darah sewaktu (GDS), kolesterol (KOL), berat/tinggi badan (IMT), dan catatan gejala.

Klasifikasi Risiko Instan

Sistem otomatis mengkategorikan status risiko berdasarkan input medis untuk menentukan tindak lanjut.

Dashboard Kader

Daftar Pantauan Pasien

Pak Budi (62 Th) TD Terakhir: 160/95 mmHg
Risiko Tinggi
Ibu Aminah (58 Th) TD Terakhir: 125/82 mmHg
Risiko Rendah
Evaluasi & Rekomendasi

Memberikan Dukungan Klinis Profesional

Tenaga Kesehatan (Dokter/Perawat Puskesmas) memantau riwayat pasien secara klinis dan menyusun program pemulihan yang tepat sasaran.

Analisis Grafik Tren Tensi

Melihat visualisasi fluktuasi tekanan darah pasien dari waktu ke waktu dengan tampilan grafik medis profesional.

Pengaturan Program Harian

Memodifikasi daftar obat, dosis, dan meresepkan jenis latihan rehabilitasi fisik secara jarak jauh.

Rekomendasi Medis (Feedback)

Menuliskan pesan saran atau catatan medis penting yang akan langsung muncul di beranda Caregiver.

Layanan Nakes

Evaluasi Klinis Pasien

Feedback Terkirim:

"Tensi Pak Budi masih di atas batas normal. Harap kurangi konsumsi garam berlebih, dampingi latihan gerak ROM tangan secara rutin 2x sehari, dan kontrol obat Amlodipine."

Edukasi Stroke

Materi Edukasi Stroke Terintegrasi

Konten edukasi tepercaya bersumber dari Buku Panduan Edu-Stroke Masyarakat dan Tim PPK Ormawa HIMA Jurusan Keperawatan FKIK ULM 2026.

Apa itu Stroke?

Stroke adalah gangguan fungsi otak yang terjadi ketika aliran darah ke otak tersumbat atau pembuluh darah di otak pecah. Ketika otak tidak mendapatkan aliran darah yang cukup, oksigen dan zat gizi tidak dapat sampai ke jaringan otak dengan baik. Akibatnya, fungsi tubuh dapat terganggu secara tiba-tiba.

Stroke dapat menimbulkan beberapa tanda, seperti wajah mencong, lengan atau kaki tiba-tiba lemah, bicara pelo, gangguan penglihatan, sakit kepala hebat mendadak, sulit berjalan, hingga penurunan kesadaran. Tanda-tanda tersebut harus dianggap serius karena dapat menunjukkan adanya gangguan pada otak.

Secara umum, stroke terbagi menjadi dua jenis, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi karena adanya sumbatan pada pembuluh darah otak, sedangkan stroke hemoragik terjadi karena pembuluh darah di otak pecah. Keduanya sama-sama berbahaya dan membutuhkan pemeriksaan serta penanganan medis.

Masyarakat tidak perlu menentukan sendiri jenis stroke yang dialami seseorang. Hal terpenting adalah mengenali tanda bahaya sejak awal, mencatat waktu pertama kali gejala muncul, dan segera membawa penderita ke fasilitas kesehatan. Semakin cepat pertolongan diberikan, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan otak yang lebih berat.

Sumber: Tim PPK Ormawa HIMA Jurusan Keperawatan FKIK ULM (2026).

Kenali Tanda Stroke (FAST)

Poster Pemeriksaan Tanda Awal Stroke (FAST)

FAST adalah cara sederhana untuk mengenali tanda awal stroke secara cepat, yaitu Face atau wajah mencong/tidak simetris, Arm atau lengan melemah, Speech atau bicara pelo/tidak jelas, dan Time yaitu segera mencari pertolongan medis.

Jika salah satu tanda muncul secara tiba-tiba, keluarga tidak perlu menunggu semua gejala lengkap, tetapi segera membawa penderita ke fasilitas kesehatan atau menghubungi layanan gawat darurat. Semakin cepat stroke dikenali, semakin besar peluang pasien mendapatkan penanganan yang tepat.

Video Edukasi FAST

Pelajari cara mengenali tanda awal stroke (FAST) secara cepat melalui video edukasi PPK Ormawa ULM berikut.

Sumber: Buku Panduan Edu-Stroke Masyarakat (2026).

Pencegahan Stroke

Pencegahan stroke perlu dilakukan sejak dini dengan mengenali dan mengendalikan faktor risiko. Faktor risiko stroke yang sering ditemukan antara lain tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol tinggi, berat badan berlebih, merokok, kurang aktivitas fisik, dan pola makan yang tidak sehat. Faktor-faktor tersebut dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan kemungkinan terjadinya stroke.

Salah satu langkah penting dalam pencegahan stroke adalah pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pemeriksaan sederhana seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, berat badan, tinggi badan, dan IMT dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal. Seseorang dapat merasa sehat, tetapi tekanan darah, gula darah, atau kolesterolnya sudah tinggi.

Pencegahan stroke juga dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup sehat. Masyarakat dianjurkan untuk menghindari asap rokok, membatasi makanan tinggi garam, gula, dan lemak, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, rutin beraktivitas fisik, istirahat cukup, serta mengelola stres. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.

Keluarga memiliki peran penting dalam pencegahan stroke. Keluarga dapat mengingatkan anggota keluarga untuk kontrol kesehatan, minum obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, menjaga pola makan, menciptakan rumah bebas asap rokok, dan mengenali tanda bahaya stroke. Pencegahan stroke akan lebih berhasil apabila dilakukan bersama oleh individu, keluarga, kader, dan tenaga kesehatan.

Sumber: Tim PPK Ormawa HIMA Jurusan Keperawatan FKIK ULM (2026).

Perawatan Pasca Stroke

Perawatan pasca stroke bertujuan membantu penyintas stroke pulih secara bertahap, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Setelah mengalami stroke, penyintas dapat mengalami kelemahan anggota gerak, gangguan bicara, gangguan menelan, mudah lelah, perubahan emosi, atau kesulitan melakukan aktivitas harian.

Keluarga berperan besar dalam mendampingi penyintas stroke di rumah. Perawatan dapat dilakukan dengan membantu kebersihan diri, menjaga pola makan sehat, memastikan obat diminum sesuai anjuran, mendampingi kontrol ke fasilitas kesehatan, serta memperhatikan tanda bahaya yang mungkin muncul kembali. Dukungan keluarga juga dapat membantu penyintas merasa lebih tenang dan tidak merasa sendiri.

Pemantauan kondisi kesehatan perlu dilakukan secara rutin, terutama pada penyintas stroke yang memiliki hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, atau riwayat penyakit lainnya. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol dapat membantu keluarga mengetahui apakah faktor risiko sudah terkendali atau masih perlu penanganan lebih lanjut.

Perawatan pasca stroke tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pada dukungan emosional dan sosial. Penyintas stroke perlu diberi semangat, dilibatkan dalam aktivitas sesuai kemampuan, dan tidak dipaksa melakukan sesuatu di luar batas kondisinya. Apabila muncul gejala seperti wajah mencong kembali, bicara pelo, kelemahan mendadak, sakit kepala hebat, atau penurunan kesadaran, keluarga harus segera membawa penyintas ke fasilitas kesehatan.

Sumber: Tim PPK Ormawa HIMA Jurusan Keperawatan FKIK ULM (2026).

TOGA Bawang Dayak

Tanaman Obat Bawang Dayak

Bawang Dayak merupakan salah satu tanaman obat keluarga atau TOGA yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya di Kalimantan. Tanaman ini dikenal dengan umbi berwarna merah keunguan dan dapat ditanam di pekarangan rumah atau dalam pot. Bawang Dayak mudah dibudidayakan sehingga dapat menjadi pilihan tanaman herbal keluarga.

Dalam pemanfaatannya, Bawang Dayak dapat diolah menjadi beberapa bentuk sederhana, seperti seduhan, rebusan, atau simplisia kering. Sebelum diolah, umbi Bawang Dayak perlu dicuci hingga bersih agar aman digunakan. Pengolahan yang tepat penting untuk menjaga kebersihan dan kualitas bahan herbal.

Bawang Dayak memiliki kandungan senyawa aktif, seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, fenolik, dan antioksidan. Kandungan tersebut berpotensi membantu menjaga kesehatan tubuh dan mendukung pemeliharaan kesehatan secara umum. Dalam konteks stroke, Bawang Dayak dapat digunakan sebagai pendukung gaya hidup sehat, bukan sebagai pengobatan utama.

Penggunaan Bawang Dayak harus tetap dilakukan secara bijak. Herbal tidak boleh digunakan secara berlebihan dan tidak boleh menggantikan obat atau terapi medis dari tenaga kesehatan. Masyarakat tetap perlu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, menjaga pola makan, beraktivitas fisik, istirahat cukup, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat rutin.

Video Edukasi Bawang Dayak

Pelajari cara pengolahan dan pemanfaatan Bawang Dayak sebagai tanaman obat keluarga melalui video berikut.

Sumber: Tim PPK Ormawa HIMA Jurusan Keperawatan FKIK ULM (2026).

Latihan Rehabilitasi (ROM)

Latihan Gerakan Rehabilitasi Fisik ROM

Latihan rehabilitasi pasca stroke bertujuan membantu penyintas mempertahankan kemampuan gerak, mengurangi kekakuan, dan melatih kembali fungsi tubuh yang terganggu. Latihan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan penyintas dan sebaiknya mengikuti arahan tenaga kesehatan.

Latihan yang dapat dilakukan antara lain latihan rentang gerak atau ROM, latihan menggenggam, latihan menggerakkan tangan dan kaki, latihan duduk, latihan berdiri, serta latihan berjalan sesuai kondisi penyintas. Latihan sederhana ini dapat membantu mencegah kekakuan sendi dan mendukung pemulihan aktivitas sehari-hari.

Keluarga perlu mendampingi penyintas saat latihan agar latihan berjalan aman. Latihan tidak boleh dipaksakan, terutama jika penyintas merasa nyeri, sangat lelah, pusing, sesak, atau mengalami keluhan lain. Jika muncul keluhan selama latihan, kegiatan perlu dihentikan sementara dan dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Latihan rehabilitasi akan lebih bermanfaat jika dilakukan secara rutin, sabar, dan konsisten. Perubahan kemampuan penyintas stroke biasanya membutuhkan waktu, sehingga keluarga perlu memberikan dukungan dan motivasi. Dengan latihan yang terarah, penyintas stroke diharapkan dapat lebih mandiri dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Video Gerakan ROM

Pelajari contoh gerakan Range of Motion (ROM) melalui video panduan resmi Keperawatan FKIK ULM berikut agar latihan mandiri di rumah dilakukan secara aman dan benar.

Sumber: Tim PPK Ormawa HIMA Jurusan Keperawatan FKIK ULM (2026).

Dapatkan Aplikasi ANTASAN

Mulai pemantauan mandiri kesehatan pasca-stroke hari ini demi mencegah serangan sekunder dan mempercepat rehabilitasi penderita di rumah.

Dukungan penuh untuk Android 8.0 (Oreo) ke atas
Ukuran file ringan & optimal untuk HP RAM rendah
Icon ANTASAN e-Stroke Care
Tanya Jawab

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Klarifikasi hal mendasar mengenai aplikasi dan sistem pendampingan stroke di Desa Antasan Senor Ilir.

Aplikasi ini dikembangkan untuk 3 kelompok pengguna utama di Desa Antasan Senor Ilir: Caregiver (anggota keluarga yang mendampingi pasien stroke di rumah), Kader Kesehatan Desa (relawan yang melakukan skrining berkala), dan Tenaga Kesehatan (perawat/dokter dari Puskesmas/fasilitas kesehatan setempat).
Aplikasi ANTASAN e-Stroke Care dilengkapi dengan fitur offline caching. Kader kesehatan tetap dapat mendaftarkan pasien dan mencatat data tensi di lapangan tanpa internet. Data akan disimpan aman di memori handphone lokal dan otomatis tersinkronisasi ke server pusat setelah handphone terhubung kembali ke jaringan internet.
Materi gerakan ROM disajikan dalam bentuk infografis gambar yang sangat hemat kuota langsung di dalam aplikasi. Selain itu, video tutorial terintegrasi dengan pemutar YouTube iframe yang secara otomatis menyesuaikan resolusi video dengan kecepatan internet Anda untuk menghemat kuota.
Akun kader kesehatan dan tenaga kesehatan didaftarkan oleh administrator sistem. Bagi caregiver (pendamping keluarga), akun didaftarkan langsung oleh Kader Kesehatan Desa Antasan Senor Ilir saat melakukan pendataan riwayat pasien pertama kali di rumah.
PPK Ormawa FKIK ULM 2026 HIMA Jurusan Keperawatan
Universitas Lambung Mangkurat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Martapura Timur, Banjar Desa Antasan Senor Ilir